Zaezura: “Milenial Bisa Berbudaya”

Featured Video Play Icon

 

Tiada hari tanpa kegiatan. Seperti itulah keseharian Zaenab Zuraidah Latif, SE. Selalu keluar inovasi, gagasan dan ide-ide kreatifnya di masa pandemi Covid-19 ini. Bahkan hingga era New Normal yang kemudian diubah diksinya oleh Presiden Jokowi menjadi adaptasi kebiasaan baru, sosok Bunda PAUD ini mengeluarkan ide untuk mengurangi kebosanan.

Salah satunya dalam menyambut peringatan hari anak, Zaezura demikian sapaan akrab baru Zaenab Zuraidah, membuat program dengan melibatkan para guru TK se Kabupaten Bangkalan, Dewan Budaya Bangkalan dan Akademisi dari Universitas Trunojoyo Madura Kamis (23/7/2020).

Program inovatif itu, selama 3 hari, mulai tanggal 16, 17, 18 Juli 2020 di Pendopo Agung Bangkalan, untuk 18 kecamatan diwajibkan mengirimkan video 1 menit bercerita mengasah kreativitas sejak dini dengan permainan “Tempoe Doloe”. Hal ini untuk mengembalikan permainan-permainan tradisional seperti bola bekel, petak umpet, gundu, lompat tali karet, congklak, enggrang, gobak sodor, patok lele, kelereng dan layang layang.

Harapannya adalah mengembalikan rasa solidaritas, kepedulian, tenggang rasa, kepekaan terhadap sesama manusia, membangun sportifitas, mulai dari peraturan bermain membentuk kejujuran, menanamkan agar tidak berbuat curang/berbohong, tentunya di situ bahagia dalam kebersamaan kekompakan tim.

“Mengembalikan permainan tradisional ini juga dimaksudkan sebagai upaya meminimalis permainan game online, mengenalkan dan mengembalikan ke alam, jaga alam, lestarikan budaya otomatis alam akan menjaga kita. Saya Bahagia dan saya penebar bahagia,” ujar Zaezura.

Jaga permainan tradisional !!!
Milinial Ok!!! Permainan Tradisional lebih Keren dan Ok !!!