Safari Ziarah Istri Bupati Bangkalan, Zaezura: “Jangan Lupakan Leluhur”

TIGA hari kegiatan Safari Ziarah Istri Bupati Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE diawali dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Bangkalan dilanjutkankan dengan ziarah ke makam-makam.

Dalam kegiatan ini, Zaenab Zuraidah Latif, SE didampingi Ketua Yayasan Kesultanan Bangkalan R. P. Abd. Hamid Mustari Cakraadiningrat dan teman-teman Dewan Budaya Bangkalan.

Hari pertama kegiatan ini, Sabtu (4/7/20) yang dimulai pukul 03.30 WIB, Zaenab berangkat dari kediaman untuk sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Bangkalan di Pendopo Agung.

Dalam perjalanan, penuh kisah dan kejadian yang menjadi pengalaman baru bagi istri Bupati Bangkalan. Ini jadi salah satu sejarah baru di Kabupaten Bangkalan dalam menelusuri dan ziarah ke makam-makam atau para leluhur yang ada di Bangkalan. Karena kegiatan seperti ini biasanya dilakukan setiap memperingati Hari Jadi Kabupaten Bangkalan, tetapi tidak semua.

Di hari pertama, Zaenab melakukan ziarah salah satunya ke Asta Aermata yang terdapat 5 Cungkup, yakni Cungkup Kanjeng Ratu Syarifah Ambami, Cungkup R. Udagan/Pangeran Cakraningrat, Cungkup Panembahan Sedhomukti Cakraadiningrat V, Cungkup Pangeran Maloyo dan Cungkup Pangeran Suryoadiningrat/Pangeran Sorjeh (R. Abdus Soleh). Zaenab kembali masuk Pendopo Agung pada pukul 18.30 WIB beserta rombongan.

Hari kedua, Minggu (5/7/20), Safari Ziarah diawali dengan sholat subuh berjemaah di Masjid Jami’ Sabililah Mlajah Bangkalan. Hari itu, sejak pagi kegiatan dijalani dengan sempurna dan berlanjut dengan ziarah ke makam-makam.

Pada kegiatan ini Zaenab Zuraidah Latif, SE didamping Hidrochin Sabarudin yang aktif dalam berbagai organisasi sebagai Sekjen Padepokan seperti, PPS Jokotole, DPP Laskar Tjakraningrat, Ketua Harian Pengkab IPSI Bangkalan, Koordinator Pegiat Sejarah dan Budaya Bangkalan Labâng Bhuta serta teman-teman Dewan Budaya Bangkalan.

Hari kedua Safari Ziarah tak jauh beda dengan hari pertama, dimulai pukul 03.30 WIB. Zaenab berangkat dari kediaman dimulai dengan sholat subuh berjemaah di Masjid Jami’ Sabililah Mlajah Bangkalan.

Namun ada yang beda di hari kedua Zaenab dalam kunjung ziarah ini. Yakni pada Buju’ yang ada di daerah bagian Utara dan timur di Kabupaten Bangkalan. Usai melakukan sholat subuh berjemaah ia berziarah diawali dengan Astana RAA Tjakradiningrat (R. Hasyim), RAA Soerjonegoro Tjakraningrat di Mlajâh Bangkalan.

Zaenab melanjutkan perjalan ke bagian utara. Sesampainya di Kecamatan Tanjung Bumi Zaenab ziarah ke Syeikh Sayyid Khusein/Buju’ Jimat di Desa Banyu Sangkah, berlanjut ke makam Syeikh Buju’ Biluk di Desa Bumi Anyar.

Di sana Zaenab juga bertemu dengan salah satu keturunan dari Syeikh Buju’ Bilu’ dan tak sengaja diberikan sebuah kenangan-kenangan besi, salah satu peninggalan Syeikh Buju’ Biluk.

Di pertengahan jalan Safari Ziarah ini, tepat siang hari, Zaenab mengunjungi makam Sayyid Abdullah bin Sayyid Ali Akbar Bujhu’ Kolla di Kecamatan Klampis. Zaenab disambut salah satu keturunannya dan diajak ke tempat pertapaan Sayyid Abdullah bin Sayyid Ali Akbar Bujhu’ Kolla.

Giat di hari kedua ini ditutup dengan ziarah ke makam keturunan Cakraningrat II, yakni Astana Tonjung Sekar Kedhaton Pancar Tèmor Burneh, Astana Rato Ebuh Tonjung Sekar Kedhaton Pancar Bârâ’ Burneh. Zaenab kembali ke Pendopo Agung pada pukul 19.30 WIB beserta rombongan.

Hari ke tiga Senin (6/7/20), kegiatan Safari Ziarah dilakukan di beberapa tempat, baik makam dan tempat peninggalan leluhur. Pada kegiatan ini Zaenab Zuraidah Latif, SE didampingi R. P. Abd. Hamid Mustari Cakraadiningrat selaku Ketua Yayasan Kesultanan Bangkalan, RM Agus Suryoadikusumo (Pemilik Taman Sareh (Kolla) eks Kraton Sembilangan, R. Djurit/Png. Cakraningrat IV Desa Sembilangan serta teman-teman Dewan Budaya Bangkalan.

Kegiatan hari ketiga Safari Ziarah ini Zaenab berangkat dari kediaman pukul 08.30 WIB, lebih siang dari hari sebelumnya. Karena yang dituju hanya beberapa Buju’ dan tempat leluhur yang berada daerah barat Kabupaten Bangkalan.

Dalam perjalan juga penuh kisah dan kejadian yang menjadi pengalaman baru bagi istri Zaenab. Sesampainya di lokasi Buju’ Duko dan Buju’ Kursi, rombongan harus melakukan perjalan dengan berjalan kaki dan melewati sawah-sawah. Karena tidak ada akses mobil atau jalan yang layak untuk dilewati dan ini cukup menyita perhatian Zaenab.

Keadaan Buju’ ini banyak perubahan dari aslinya. Banyak bangunan yang sudah dihancurkan orang yang tak mengenal arti sebuah sejarah. Dari itu ia menginginkan pemerintah untuk mengangkat dan melakukan sebuah ulasan untuk mencari dan merawat peninggalan yang masih ada di Kabupaten Bangkalan.

Zaenab melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai pada tempat Taman Sareh (Kolla) eks Kraton Sembilangan, R. Djurit/Png. Cakraningrat IV Desa Sembilangan, salah satu bukti sejarah bahwa Bangkalan dulu ada sebuah Kraton.

Zaenab mendapat cerita sejarah yang ada di Bangkalan dari salah seorang ketururan Panembahan Mangkuadiningrat bin Sultan Abduh bin Panembahan Cakraadiningrat V bin Pangeran Cakraningrat IV yakni RM Agus Suryoadikusumo dan kembali ke Pendopo Agung pukul 17.30 WIB beserta rombongan.

Selama Safari Ziarah, banyak pengalaman yang diambil Zaenab Zuraidah. Untuk itu ia berpesan kepada para generasi muda, tokoh masyarakat dan para keturunan untuk menjaga dan mengetahui bahwa Kabupaten Bangkalan cukup banyak catatan sejarah yang harus dipertahankan dan dirawat.

“Selain itu jangan melupakan leluhur yang ada. Kembalikan lagi sejarah yang pernah ada ini sampai orang luar tahu dan mengenalnya,” kata Zaenab. Waid/MCM – JATIM